Sebagai seorang yang sangat tergantung sama kopi Toraja sehingga saya mau menulis tentang apa yang saya rasakan tentang Kopi Toraja (KoTor). Pernah sih beberapa waktu lalu saya sempat berniat untuk berhenti dari meminum secangkir kopi, yang konon kata orang-orang tidak baik untuk kesehatan. Namun peringatan itu saya tempas jauh hingga sekarang saya tetap menyeruput secangkir kopi setiap pagi.
Nikmatnya lagi karena waktu menyeruput secangkir kopi toraja, saya jadi mengingat kembali akan kampung halaman saya di Tana Toraja, tepatnya di Ampang-Tarongko,Makale. Karena
saat ini saya berada jauh di perantauan tepatnya di P.Halmahera Utara dalam menjalankan tugas n pekerjaan. Kopi yang saya minum ini juga adalah kopi hasil panenan dari kebun ne’Memun yang hanya memiliki beberapa pohon saja sejak dulu. Sesuatu yang sangat membuat saya begitu bangga akan keberadaan kopi toraja ini.
Beberapa waktu lalu ada beberapa teman kantor yang doyan juga untuk meminum kopi, namun sekarang mereka sudah pindah kerja ke tempat lain. Beragam komentar yang mereka berikan setelah merasa akan kenikmatan kopi toraja yang saya bawa untuk di minum di tempat kerja. Dibangdingkan sama kopi lokal di daerah ini dan juga kopi yang mereka bawa pada saat balik dari hari cuti mereka.
Tinggallah aku sebagai penerus pecinta kopi yang ada di kantor ini…hiks…namun tak apalah saya rasa karena memang kehidupan yang kita jalani ini pasti saja ada teman yang datang dan juga ada teman yang pergi untuk tetap melanjutkan tugas dan kehidupan masing-masing. Satu hal yang saya ingin sampaikan kepada para pecinta kopi jangan berhenti untuk meminum kopi yahhh…..hehehe….